Logic Community – Layanan mesin pencari Ask.com resmi menghentikan operasinya pada 1 Mei 2026, mengakhiri perjalanan panjangnya selama hampir tiga dekade di dunia internet. Penutupan ini dilakukan oleh perusahaan induknya, InterActiveCorp (IAC), sebagai bagian dari perubahan fokus bisnis perusahaan.
Pengumuman penutupan tersebut disampaikan langsung melalui halaman resmi Ask.com. Dalam pesan perpisahannya, perusahaan menuliskan bahwa keputusan ini diambil karena IAC ingin “mempertajam fokus bisnisnya” dengan menghentikan layanan pencarian, termasuk Ask.com.
Dalam pernyataan resminya, Ask.com menyampaikan: “After 25 years of answering the world’s questions, Ask.com officially closed on May 1, 2026.”
Selain itu, situs tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada para pengguna dan tim yang terlibat selama bertahun-tahun. Mereka mengucapkan terima kasih kepada jutaan pengguna atas rasa ingin tahu, loyalitas, dan kepercayaan yang telah diberikan, serta menutup pesan dengan kalimat simbolis bahwa “semangat Jeeves tetap hidup.”
Ask.com sendiri memiliki sejarah panjang sejak pertama kali diluncurkan pada 1996 dengan nama Ask Jeeves oleh Garrett Gruener dan David Warthen. Platform ini dikenal dengan pendekatan unik, memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari, berbeda dari mesin pencari lain yang berbasis kata kunci.
Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Ask Jeeves sempat populer, terutama di Amerika Serikat dan Inggris, dengan maskot “Jeeves” yang terinspirasi dari karakter karya P. G. Wodehouse. Namun, persaingan dengan pemain besar seperti Google membuat popularitasnya menurun.
Setelah diakuisisi IAC pada 2005 dan berganti nama menjadi Ask.com, layanan ini secara bertahap mengurangi fokusnya sebagai mesin pencari sejak 2010. Hingga akhirnya, keputusan penutupan diambil pada 2026, menandai berakhirnya salah satu pionir awal internet.
Penutupan Ask.com tidak hanya menjadi akhir dari sebuah platform, tetapi juga simbol perubahan besar dalam cara manusia mencari informasi—dari mesin pencari tradisional menuju teknologi berbasis percakapan dan kecerdasan buatan yang kini semakin dominan.













Leave a Reply