E-Learning Muslim Pertama Di Indonesia, Startup Lokal “Umma” Makin Diminati

Ilustrasi; uClass Platform Umma. (republika.co.id)

Dunia startup memang jadi tren baru di Indoensia. Kisah suses startup lokal seperti Gojek, BukaLapak, atau Traveloka telah menjadi semangat tumbuhnya startup-startup lokal.

Setiap tahun bahkan setiap bulan banyak perusahaan startup baru menculan. Saat ini lebih dari 1500 startup lokal yang bermunculan di Indoensia, dikutip dari Daily Social.

Startup “Umma” salah satu dari sekian banyak startup yang coba melebarkan sayapnya berbisnis platform Digital. Startup yang menjaring komunitas muslim ini mulai diminati dan sedang naik daun.

Baru-baru ini “Umma” meluncurkan fitur baru pembelajaran online atau e-learning, yang disebut uClass. Peluncuran saat tingginya permintaan belajar online di tengah pandemi covid-19.

Advertisements

CEO dan Co-Founder Umma Indra Wiralaksmana mengatakan, uClass bertujuan memberikan kesempatan bagi komunitas muslim untuk belajar, meski ada pandemi Covid-19. “Pengguna dapat akses berbagai kelas, baik membaca Al-Qur’an maupun praktikal sehari-hari,” ujar dia saat konferensi pers virtual, Selasa (8/9).

Sebelumnya, “Umma” meluncurkan fitu Live streaming yang menawarkan kajian keislaman secara langsung melalui aplikasi. Selain itu, masih banyak fitur lain yang di tawarkan “Umma” seperti bacaan Al-Quraan, jawal sholat, penujuk arah sholat, dan ada kelas belajar Al-Quran untuk anak dan dewasa.

Untuk biaya per kelas dibanderol mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 300 ribu. Ada lebih dari 5.000 peserta uClass dalam sebulan. Sedangkan aplikasi “Umma” sudah diunduh 9,3 juta kali sejak diluncurkan tahun lalu.

“Umma” diperdiksi akan berpontesi mengikuti jejak startup besar yang ada di Indonesia. Hal ini disebabkan belum adanya platform online yang berfokus pada materi keislaman di Indoensia. Selain itu, “Umma” memiliki pasar potensi besar di Indonesai karean Ponduduk Indonesia mayoritas muslim.