Farrel, Miliki Startup Dan Kerja Di Google Saat Remaja

Ilustrasi; Christopher Farrel Millenio Kusumo. (Grid.ID)

Christopher Farrel Millenio Kusumo adalah salah satu contoh anak yang berprestasi  diusia muda. Bagaimana tidak, anak muda yang biasa disapa Farrel ini sudah mendirikan dan sekaligus CEO startup Kecilin, sebuah startup artificial intelligence (AI) yang berfokus pada kompresi data internet sejak 2018.

Sebelumnya Farrel sudah mendapat undangan dari perusahaan kelas dunia yakni, Google untuk mempresentasikan algoritme core temuanya. Akhirnya anak yang berstatus sebagai siswa SMA Negeri 8 Yogyakarta ini bertolak ke markas Google di Moutain View, California, Amerika Serikat, pada 14 Februari 2017.

Ternyata banyak yang menyambut positif atas temuan Farrel ketika present, yang awalnya hanya membuat algoritme untuk kompres game ternyata bisa dikembangkan kepada hal-hal yang lebih luas. Akhrinya, Farrel diajak Google mengembangkan algoritme khusus kompresi pada Google Photo. Sejak itulah, anak muda ini mendadak jadi sorotan.

Namun, prestasi yang telah dicapai anak kelahiran Yogyakrta, 01 Januari 2000 tersebut tidaklah mudah. Pantang menyerah dan kerja keras merupakan prilaku positif yang ia miliki.

Berawal 2016 Farrel telah mengajukan penelitiannya diajang kompetisi di Indonesia, tetapi mendapatkan penolakan hingga 11 kali.

“Thomas Alva Edison 1.000 kali gagal, masa saya baru 11 kali terus menyerah. Untuk jadi Alva Edison saya butuh 989 kali mencoba, saya hitung terus dan masih lama, masih lama,” urai cerminan Indonesia Mandiri itu seperti dikutip laman Kompas.com.

Advertisements

Dimulai dari gagasan kecil untuk mengkompresi data sewaktu duduk dikelas 1 SMA. Saat Farrel ingin mengunduh sebuah game, namun kouta yang dimiliki terbatas. Kemudain, Farrel mecari solusi di internet cara mengecilkan data. Dari pencarian itu, anak asal kota Gudek tersebut menemukan  ide tentang data compressing atau pemantapan data. Berjalan satu tahun setengan akhirnya Farrel berhasil menciptakan penelitian yang diajukan ke Google.

Memang saat dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ketetertarikan Farrel tehadap AI khusunya machine learning, hingga berkeinginan membuat terobosan baru. Dibangku SMA Farrel muda menyalurkan bakatnya diekstrakurikuler kerya ilmiah remaja bersama teman-teman di SMA 8. Kemudian, ia mengembangkan bakat dan minatnya soal implementasi Machine Learning untuk kompresi data.

Hal yang menarik lainya, Farrel bekerja di Google sambil menjalankan kewajibanya dibangku sekolah sebagai seorang siswa aktif. Pada pagi harinya Farrel menjalankan statusnya sebagia siswa, kemudian pada malam harinya hingga pagi Farrel menjalakan kewajibanya sebagai pekerja di Google melalui online.

Saat mejalankan aktivitasnya sebagai pekerja di Google lah Farrel banyak belajar dan mempermantap minatnya. Akhirnya mampu mendirikan startup yang ia miliki.

Sekarang, Kecilin telah memiliki karyawan dengan 115 pengembang yang bergabung. Sementara, aplikasi Kecilin telah memiliki sekitar 15.000 pengembang harian. Aplikasi tersebut juga telah mengantongi 100.000 unduhan di Google Play Store.