Lindungi Data, Jangan Lakukan 8 Hal Ini Saat Bermedia Sosial.

Ilustrasi; Perlindungan Data. (Enisa-Europa EU)

Medsos (Media sosial) merupakan aplikasi paling banyak digunakan dimasa pandemi Covid19. Media sosial menjadi alat bagi setiap orang untuk menujukan ekspektasinya. Mulai dari apa yang dipikirkan, masalah pribadi, hingga hal-hal sensitiv terkait urusan pribadi.

Walaupun media sosisal adalah milik pribadi, tetapi apa yang ditampilkan dimedia sosial menjadi konsusi publik. Sangat penting untuk meperhatikan dan waspada terkait pelindungan data pribadi saat ber media sosial.

Berikut hal yang harus dihindari saat bermedsos

  1. Publikasi Infromasi pribadi

Tak jarang ditemukan banyak dari pengguna media sosial dengan mudahnya membagikan identias pribadinya (KTP, SIM, Pasport, dll) dimedsos miliknya. Tanpa disadari hal seperti itu dapat mengarah pada pencurian identitas. Tidak hanya itu, hal penting lainnya meliputi alamat rumah dan nomor telpon.

  1. Menyabar Informasi Pribadi orang Lain.

Biasanya juga ditemukan dimedia sosial orang yang mengupload informasi pribadi orang lain. Kasus ini biasa terjadi ketika seseorang menemukan indentias yang tercecer atau tanpa pemilik, biasnya yang dilakukan adalah mengupload nya dimedia soasil. Niat membatu seseorang yang menemukan kartu identiasnya yang hilang, sebenarnya itu berbahaya dan melanggar hak pribadi orang lain.

  1. Foto dan Video Pribadi.

Dokumntasi momen penting dari setiap aktivitas yang dijalani itu bagian hal yang penting. Namun, ada sebagian pengguna medsos yang menyimpan video dan foto dokumentasinya dimedsos dengan cara mengupload nya. Tanpa disadari prilaku seperti itu memberi akses ke publik untuk mengetahui aktivitas yang sering  dilakukan. Apalagi foto dan video tersebut menyakut seseuatu yang sensitiv yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi korban kejahatan.

Advertisements
  1. Mebagikan Foto Orang Lain.

Mengupload foto atau video orang lain dimedsos tujuannya untuk menghargai dan menghibur. Namun, prilaku itu harus didahului dengan izin sipemilik foto, karana hal tersebut menyakut privasi seseorang.

  1. Foto bayi dari anak-anak pengguna

Orang tua sangat sering mengunggah informasi di web tentang anak-anaknya. Namun penting untuk diingat bahwa foto anak-anak dapat berpotensi mengakibatkan penindasan di kemudian hari.

  1. Publikasi Barang Mewah

Prilaku ini akan menunjukan tingkat kekayaan atau menandai kemewahan seseorang kepada pihak lain. Hal Ini dapat mengarahkan kepada korban kejahatan.

  1. Informasi tentang kehidupan pribadi

Informasi pribadi selalu dapat digunakan untuk merugikan seseorang. Misalnya, ini dapat digunakan untuk menebak kata sandi akun online, merencanakan penipuan, atau untuk berkenalan dengan anak pengguna dan mendapatkan kepercayaannya.

Mempublikasikan keluhan atau informasi pribadi tentang orang yang dicintai juga sangat berbahaya karena dapat merusak hubungan.

  1. Pernyataan kritis tentang topik sensitif

Setiap orang tentu memiliki pandangannya sendiri atas setiap hal di dunia. Ada baiknya untuk tidak membagikan masalah yang diperdebatkan menyangkut agama, politik, hingga orientasi seksual di internet.