Netizen Indonesia Disebut Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara

Ilustrasi; Ujaran Kebencian. (Fortune)

Perusahaan teknologi AS, yaitu Microsoft mengeluarkan laporan terbaru bertajuk 2020 Digital Civility Index (DCI). Dalam laporan tahunan tersebut antara lain mengukur tangkat kesopanan netizen atau pengguna internet. Netizen Indonesia termasuk yang diteliti dalam laporan tersebut.

Netizen Indonesia mendapat predikit paling tidak sopan se Asia Tenggara. Indonesia menempati ranking ke-29 dari 32 negara yang diteliti Microsoft sehingga posisinya terbawah di Asia Tenggara, menurun 8 poin dengan skor 76.

Sementara di Asia Tenggara dan juga di Asia secara umum, Singapura berada di posisi teratas dan keempat secara global. Singapura tercatat naik empat peringkat, menggantikan Malaysia yang sebelumnya ada di peringkat tersebut.

Advertisements

(DCI) merupakan survei tahunan dari Microsoft yang ditujukan untuk “mempromosikan interaksi online yang lebih aman, lebih sehat, dan lebih saling menghormati di antara semua orang”. Dalam survei ini, Microsoft menanyakan ribuan responden usia dewasa dan remaja dari puluhan negara tentang keterpaparan mereka terhadap 21 risiko online yang berbeda dalam empat kategori: Perilaku, seksual, reputasi, dan pribadi/mengganggu.

Survei diselenggarakan antara bulan April sampai Mei 2020, melibatkan 16 ribu responden yang terdiri dari kaum muda dan dewasa. Diberlakukan skor dari 0 sampai 100, di mana makin rendah skor berarti paparan risiko online makin rendah, sehingga tingkat kesopanan di internet negara itu disimpulkan makin tinggi.

Menariknya, remaja tidak memberikan kontribusi (positif atau negatif) terhadap skor Indonesia pada tahun 2020. Kemerosotan DCI di Indonesia sepenuhnya didorong oleh orang dewasa yang menambahkan 16 poin.