Dasar membangun website

Seringkali kita menemukan permasalahan di sekitar kita, khusunya bagi mahasiswa yang mengambil perkuliahan jurusan komputer dimana mereka kesulitan untuk memulai mempelajari suatu skill dikarenakan tidak memiliki dasar serta tujuan yang jelas untuk mempelajari skill tersebut. Dalam tulisan saya yang sebelumnya yang berjudul Website sebagai media transformasi bisnis sedikit menyinggung definisi website dan peran website sebagai media yang sangat penting dalam melakukan tranformasi bisnis, diharapkan dengan mengeksplore tulisan tersebut bisa memberikan gambaran tentang website itu sendiri serta menjadi motivasi bagi pembaca untuk belajar dan mengembangkan skill di bidang website.

Website terdiri dari server dan client berdasarkan perangkatnya, dimana server sebagai pusat penyimpanan data dan penyedia layanan. Sedangkan client sebagai perangkat yang melakukan permintaan pelayanan. Server berfungi sebagai konversi atau penerjemah bahasa atau perintah (script) yang tersedia didalam web, yang kemudian akan diteruskan kepada client untuk diproses melalui browser. Didalam website bahasa atau script terbagi menjadi dua jenis yang akan diterjemahkan berdasarkan perangkatnya yaitu Server side dan Client side.

Adapun bahasa yang dikelola melalui server biasa disebut dengan bahasa pemrograman seperti PHP, Ruby, ASP.NET, Phyiton, PERL dan banyak lainnya. Dimana proses penerjemahan ini disebut sebagai Interpreter yang artinya proses penerjemahan dilakukan langsung melalui kode sumber. Selain sebagai penerjemah bahasa pemrograman, Server juga berfungsi sebagai penyimpanan database atau server database. Sedangkan bahasa yang dikelola dari sisi client atau Client Side seperti HTML, XHTML dan CSS, ada juga bahasa pemrograman yang dikelola dari sisi client yaitu JavaSript, dimana bahasa ini akan diterjemahkan melalui browser yang kemudian akan ditampilkan kedalam bentuk website.

Dari sisi kontent website terbagi atas dua jenis yaitu web statis dan web dinamis, dimana website statis merupakan web yang kontennya tidak berubah atau tidak dapat diubah dengan mudah, hal ini dikarenakan tidak tersedianya fasilitas untuk melakukan perubahan konten pada website seperti penambahan berita, pengaturan menu, komentar dll. Biasanya web statis digunakan pada web yang mengandung sedikit informasi seperti Company Profile. Untuk pengembangan web statis juga tergolong mudah karena tidak memerlukan bahasa pemrograman dari sisi server seperti PHP dan ASP, dimana bahasa yang digunakan cukup dengan HTML, CSS dan javascript.

Web dinamis merupakan website yang kontennya dapat berubah-ubah setiap saat. Dimana dalam sebuah website dinamis terdapat fasilitas untuk melakukan perubahan pada konten web seperti Update status, penambahan berita, komentar dan lain-lain. Contoh web dinamis seperti Social media, Portal Berita dan e-commerce. Dari sisi pengembangan web dinamis lebih sulit dari web statis, hal ini dikarenakan banyaknya komponen tambahan yang harus digunakan seperti bahasa pemrograman, database dll.

Adapun tools atau software yang harus dipersiapkan dalam mebuat website, yaitu :

Advertisements
  • Xampp
  • MySQL Workbench
  • Notepad ++
  • Browser (Chrome, Firefox, dll)
  • Software design seperti Potoshop dan CorelDraw (Optional)

dimana fungsi dari masing-masing aplikasi diatas yaitu :

  • Xampp merupakan web server yang memiliki beberapa fasilitas untuk membangun sebuah website seperti penerjemah PHP atau Apache, Database MySQL dan MySQL Web Admin
  • MySQL Workbench merupakan applikasi desktop yang berfungsi sebagai database administrator untuk database MySQL, dimana aplikasi ini menyediakan berbagai fasilitas seperti adiministrator database dan merancang database.
  • Notepad ++ merupakan aplikasi yang berfungsi untuk mengetik bahasa yang nantinya kita gunakan untuk membangun website. aplikasi ini juga biasa disebut dengan IDE.
  • Browser merupakan aplikasi yang nantinya kita gunakan untuk mengakses website.

untuk membangun website ada tiga poin dasar yang harus diperhatikan agar pada saat melakukan pengembangan atau pembelajaran website tidak mengalami permasalahan seperti rasa bosan, tujuan yang tidak jelas maupun bingung dengan permasalahn teknis yang didapatkan, adapun poinnya yaitu :

  • Mulailah untuk menyukai apa yang akan dipelajari dengan memahami tujuan dan manfaat kedepannya, memiliki gambaran tentang manfaat website akan sangat memotivasi proses pembelajaran.
  • Memahami cara kerja dan algoritma bahasa yang digunakan serta komponen apa saja yang berhubungan dengan sistem yang dikembangkan.
  • Memiliki fasilitas yang memadai.

Adapun alur untuk membangun sebuah website yaitu :

  • Menyediakan perangkat yang dibutuhkan seperti tools-tools yang telah disebutkan
  • Mempelajari Client-side scripting seperti HTML, CSS dan Javascript
  • Mempelajari Database dan perintah dasar Query seperti DDL, DML, DCL dan konfigurasi database
  • Mempelajari Server-side scripting atau bahasa pemrograman sesuai dengan bahasa yang diminati, setiap bahasa memiliki kelebihan masing-masing. Pastikan untuk menggunakan bahasa dengan support yang tinggi dari pengembang dan pengguna, untuk memudahkan pembelajaran agar memiliki banyak referensi.

Sebelum belajar bahasa pemrograman, sebaiknya sudah memiliki dasar algoritma seperti Operator, Perbandingan, Pengujian, Percabangan dan Perulangan serta algoritma lainnya. Hal ini sangat dibutuhkan dalam membangun algoritma dalam sebuah sistem yang nantinya akan digunakan untuk pengembangan website.

untuk mendownload tools diatas bisa klik link dibawah :